Sakit Parah, Seprianus Kopong Tergolek Lemah DiKantor KEJARI Batam

Seprinaus Kopong, Tersangka Kasus Tindak Pidana Traficking Tergolek Lemas Di Kantor KEJARI Batam menunggu Pelimbahan Kasusnya dari Polda Kepri Ke KEJARI Batam.

Menunggu  Kasusnya Dilimpahkan dari Polda Kepri Ke KEJARI BATAM.
BATAM – SWARAKEPRI.com : Meski dengan kondisi yang memprihatinkan, tersangka tindak pidana perdagangan orang(Traficking) Seprianus Kopong( Bpk Rolan) tetap dibawa oleh penyidik dari Polda Kepri kekantor KEJARI Batam untuk pelimpahan kasusnya.

Dengan ditemani istri dan pengacaranya, Seprianus tampak tergolek lemas sambil mengerang kesakitan akibat sakit kencing batu yang deritanya, tersangka tindak pidana traficking yang dijemput penyidik Polda Kepri dari kampung halamannya dikupang hanya terbaring dikursi tanpa ada pihak medis yang mendampingi.

Anto, keluarga seprianus yang turut juga mendampingi di kantor KEJARI menyesalkan tindakan aparat Polda Kepri yang tetap membawa Seprianus meskipun kondisinya masih sakit parah.
“Pihak Polda Kepri sudah tidak berprikemanusiaan dengan tetap membawa saudara saya hari ini ke kantor KEJARI dengan kondisi masih sakit parah” ugkapnya.

Sementara itu Soritua Hutasuhut,SH pengacara Seprianus menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan adanya tindakan pelanggaran prosedur pelaksanaan Undang-undang Hukum Pidana dan Peraturan Kapolri No 12 Tahun 2008 yang dilakukan oleh oknum pejabat Polda Kepri ke Divisi Propam Mabes Polri.
“Berdasarkan bukti surat dan tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap klien kami baik dalam melakukan penyidikan maupun dalam upaya paksa berupa surat membawa tersangka/saksi, penangkapan, penahanan telah melanggar prosedur hukum yang berlaku” ungkapnya.

Selain Ke Divisi Propam Mabes Polri, Seprianus Kodong juga sudah telah melaporkan perlakuan-perlakuan atau tindakan hukum yang bertentangan dengan Hak Azasi Manusia kepada Komnas HAM RI diJakarta.
Menurut Pengacara Seprianus, Soritua Hutasuhut SH, kronologis kejadian yang menyebabkan kliennya dijadikan tersangka tindak pidana traffiking oleh penyidik Polda Kepri diawali dari perkenalan Seprianus yang bekerja sebagai supir mobil kendaraan pribadi diKupang dengan seorang wanita bernama Sudartini pada tanggal 09 Desember 2011 dibandara Kupang dan sempat bertukar nomor Handphone.
Pada malam harinya Ibu Sudartini kemudian menghubungi Seprianus dan menanyakan alamat rumahnya, setelah memberitahu alamatnya Sudartini bersama seorang perempuan sempat datang kerumah Seprianus dan bercerita mengenai bisnis Tokek.
Pada saat cerita mengenai bisnis Tokek, Sudartini kemudian menerima telepon yang menurut pengakuannya merupakan anaknya dari Batam.
Setelah menerima telepon tersebut Sudartinipun menanyakan kepada Seprianus bahwa dia mencari pembantu peenjaga anak, pada saat ini Seprianus mengatakan tidak tahu tapi ada orang yang bisa mengurusnya yaitu seorang Petugas Lapangan(PL) bernama Yance.
Selanjutnya Sudartinipun berhubungan dengan Yance untuk masalah Pembantu Penjaga anak.
Pada tanggal 10 Desember 2011 Sudartini kemudian menyewa mobil Seprianus dengan biaya Rp.100.000 untuk mengantarkan Sudartini kebandara.
Sampai berita ini diterbitkan Seprianus Kopong masih menunggu pelimpahan kasusnya dikantor Kejari Batam dengan kondisi sakit kencing batu yang dideritanya.(SK/rd)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Go Kepri

Kumpulan Berita swarakepri.com

Kota Batam

Kumpulan Berita SwaraKepri.com

Batam City

Kumpulan Berita swarakepri.com

Blog Swara Kepri

Kumpulan Berita swarakepri.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: